By NV | 09 Februari 2026
AirDrop adalah mekanisme berbagi file peer-to-peer yang menggabungkan Bluetooth Low Energy (BLE) untuk penemuan/perundingan (discovery/handshake), peer-to-peer Wi-Fi (protokol AWDL / Wi-Fi Direct/atau mekanisme sejenis di lapisan radio) untuk transfer data berkecepatan tinggi, dan TLS/enkripsi end-to-end untuk keamanan selama transmisi. Pada perangkat modern Apple beberapa fitur penentuan penerima ditingkatkan dengan Ultra Wideband (UWB / U1 chip) untuk awareness spasial (mis. NameDrop / directional sharing).
Bagaimana AirDrop bekerja — langkah teknis
Berikut urutan teknis yang umum terjadi ketika Anda mengirim file lewat AirDrop:
1. Discovery & Advertising (penemuan perangkat)
Perangkat pengirim memancarkan sinyal BLE (Bluetooth Low Energy) untuk menemukan perangkat Apple di sekitar. BLE dipilih karena hemat energi dan cepat untuk broadcasting/advertising.
Di perangkat yang mendukung UWB (U1), sinyal UWB dapat dipakai untuk awareness spasial (menentukan arah/posisi relatif), sehingga antarmuka dapat menonjolkan perangkat yang paling dekat atau mengaktifkan fitur seperti NameDrop.
2. Negosiasi (handshake) dan otentikasi
Setelah calon penerima ditemukan, perangkat menukar metadata (mis. nama perangkat, preview file, dan pada implementasi Apple hash SHA-256 dari alamat/identitas pengguna untuk kontak tersimpan). Pengguna penerima bisa melihat preview dan menerima/menolak. Beberapa implementasi menyamarkan/menyulitkan penuangan identitas agar lebih privat.
3. Pembuatan koneksi data berkecepatan tinggi
Untuk transfer sebenarnya, AirDrop beralih dari BLE ke peer-to-peer Wi-Fi: Apple menggunakan protokol internal yang dikenal sebagai Apple Wireless Direct Link (AWDL) suatu jenis jaringan ad-hoc Wi-Fi yang membangun link langsung antar-radio tanpa access point. Pada level jaringan, AWDL menghasilkan alamat IPv6 link-local dan menggunakan TLS untuk mengenkripsi aliran data. Ini memungkinkan transfer besar (foto, video, dll) dengan kecepatan Wi-Fi.
4. Enkripsi & privasi
Data dikirim melalui channel TLS (transport layer security) di atas koneksi Wi-Fi peer-to-peer; proses discovery tidak mengirimkan nomor telepon secara mentah tetapi kadang-kadang melibatkan hash identitas untuk kontak-saja mode (yang menimbulkan beberapa analisis keamanan di komunitas riset).
Material & komponen perangkat keras yang dibutuhkan
Untuk implementasi setara AirDrop pada sebuah perangkat (hardware + software), komponen minimal meliputi:
→ Chip Wi-Fi (IEEE 802.11 a/b/g/n/ac/ax tergantung generasi) : radio + baseband untuk membuat koneksi peer-to-peer; antena Wi-Fi; driver yang mendukung mode ad-hoc / AWDL / Wi-Fi Direct.
→ Chip Bluetooth Low Energy (BLE) : modul Bluetooth untuk advertising/discovery; antena BLE.
→ (Opsional, tapi semakin umum) Chip UWB (Ultra Wideband, ex: U1) : untuk penentuan jarak/arah yang presisi (berguna untuk fitur “tap to share” atau menyorot pengguna terdekat).
→ Secure element / crypto accelerator : untuk TLS, enkripsi simetri atau asimteri, hashing SHA-256; perangkat keras kriptografi mempercepat enkripsi dan mengurangi konsumsi CPU.
→ Antenna routing & RF front-end : untuk mengakomodasi multi-band (BLE 2.4 GHz, Wi-Fi 2.4/5/6 GHz, UWB pita khusus).
→ Firmware & driver yang mengimplementasikan protokol (discovery stack, state machines, fallback handling).
→ Stack jaringan (IPv6 link-local, mDNS / service discovery di beberapa kasus) dan sandboxing OS untuk memastikan file diterima ke aplikasi yang benar.
Praktisnya, semua ponsel modern yang mendukung AirDrop-like sharing membutuhkan modul radio ganda (BLE + Wi-Fi) sebagai minimum; UWB meningkatkan pengalaman tetapi bukan syarat mutlak.
Perbandingan dengan produk sejenis — arsitektur & trade-offs
Saya bandingkan AirDrop dengan tiga kategori besar: Google Nearby Share, aplikasi berbasis Wi-Fi Direct (SHAREit, Xender, dsb.), dan Bluetooth klasik (OBEX).
a. AirDrop (Apple) — ringkasan keunggulan & kelemahan
Keunggulan: integrasi OS-level di iOS/macOS, UX sangat sederhana (preview + accept), kecepatan tinggi karena Wi-Fi peer-to-peer, enkripsi TLS, fitur spasial (UWB) di perangkat modern. Dukungan cross-device Apple (iPhone ⇄ Mac ⇄ iPad).
Kekurangan / batasan: eksklusif ekosistem Apple (tidak lintas iOS↔Android secara native sampai beberapa kebijakan/regulasi terbaru mendorong interoperabilitas), protokol AWDL bersifat proprietary sehingga interoperabilitas sulit; beberapa masalah privasi/penyalahgunaan di ruang publik (AirDrop spam) dilaporkan.
b. Google Nearby Share / Quick Share (Android / ChromeOS / Windows via app)
Arsitektur: serupa discovery via BLE + Wi-Fi Direct (atau pembuatan hotspot lokal) untuk data; opsi berbagi dengan kontak Google; enkripsi dan PIN/confirmation step. Mudah lintas perangkat Android/Chromebook/Windows (dengan app).
Trade-offs: lebih terbuka lintas vendor daripada Apple (Android vs Android/Windows), tetapi ekosistem fragmentation (beragam OEM) dapat menyebabkan perilaku berbeda; sering bergantung pada implementasi Wi-Fi Direct standar.
c. Aplikasi Wi-Fi Direct (SHAREit, Xender)
Arsitektur: biasanya membuat hotspot Wi-Fi ad-hoc / Wi-Fi Direct antara perangkat, discovery lewat Wi-Fi/Hotspot; kadang masih menggunakan BLE untuk discovery. Pro: sangat cepat (mirip Wi-Fi), lintas platform (Android ↔ iOS ↔ Windows tergantung app).
Trade-offs: sering memerlukan aplikasi pihak ketiga dan izin yang intensif; beberapa app memiliki iklan/telemetri/perizinan yang agresif; keamanan bergantung pada app (bukan implementasi OS-level).
d. Bluetooth klasik / OBEX
Arsitektur: single radio Bluetooth Classic (dan/atau BLE untuk perizinan); transfer langsung tanpa Wi-Fi.
Trade-offs: paling kompatibel secara perangkat keras tetapi sangat lambat (kualitas transfer rendah untuk file besar). Cocok untuk kontak kecil (vCard), bukan untuk video/resolusi tinggi.
Aspek keamanan & privasi — perbandingan
AirDrop: transfer data dienkripsi via TLS; discovery metadata dan hashing kontak menimbulkan diskusi riset tentang kebocoran metadata Apple mengubah setting & UX untuk mengurangi penyalahgunaan (mode Contacts Only, Everyone, Off). Beberapa penelitian dan reverse-engineering juga mengungkap detail AWDL.
Nearby Share / Quick Share: mendukung konfirmasi & visibilitas (Everyone / Contacts / Hidden) serta enkripsi; model kontak terkait akun Google menambahkan lapisan identitas terpusat.
Aplikasi pihak ketiga: sangat bervariasi beberapa aman, beberapa punya telemetri/iklan; audit independen direkomendasikan sebelum digunakan di lingkungan sensitif.
Evolusi AirDrop — garis waktu singkat & fitur baru
2011 (Mac) — AirDrop hadir di macOS (awal sebagai fitur transfer file ad-hoc antar Mac).
2013 (iOS 7) — AirDrop untuk iPhone/iPad diperkenalkan (memakai Bluetooth + Wi-Fi untuk discovery dan transfer).
2014 (iOS 8 / Yosemite) — integrasi lebih baik antar iOS dan macOS (AirDrop lintas platform Apple).
2019 (iPhone 11) — Apple perkenalkan U1 chip (UWB) untuk spatial awareness; kemudian digunakan untuk memperbaiki pengalaman memilih perangkat yang paling dekat.
2023 (iOS 17) — fitur NameDrop dan penyempurnaan AirDrop: berbagi kontak / konten dengan 'menempelkan' perangkat, memanfaatkan UWB dan perbaikan UX.
Perkembangan regulasi & interoperabilitas (2024–2025) — dorongan regulator di beberapa wilayah (mis. UE) untuk interoperabilitas dan penggunaan standar Wi-Fi yang lebih terbuka; ada laporan implementasi/kompatibilitas baru yang membuat AirDrop-like sharing lebih lintas platform (catatan: status spesifik fitur lintas-platform dapat berubah terus dan layak diperiksa jika Anda butuh kompatibilitas terkini).
Rekomendasi teknis / pengembang (jika Anda ingin membuat sistem serupa)
Jika Anda merencanakan implementasi fitur berbagi file peer-to-peer:
1. Gunakan BLE untuk discovery (hemat daya, cepat).
2. Gunakan Wi-Fi Direct / ad-hoc Wi-Fi untuk data — kecepatan & stabilitas. Pastikan dukungan IPv6 link-local & fallback jika kanal Wi-Fi tidak tersedia.
3. Selalu gunakan TLS (mutakhir) untuk menjaga integritas & kerahasiaan data.
4. Pertimbangkan UWB untuk peningkatan UX (jika perangkat keras tersedia): meningkatkan seleksi target di ruangan padat.
5. Uji model discovery terhadap spam/abuse dan sediakan opsi visibilitas (Contacts Only, Everyone, Off).
6.Dokumentasikan protokol & interoperabilitas jika Anda ingin lintas-platform (open standard lebih mudah diadopsi).
Referensi
1. Dokumen dukungan AirDrop (Apple Support) — cara pakai & keamanan.
2. Artikel teknis & Wikipedia tentang AWDL / sejarah AirDrop.
3. Apple Newsroom tentang iOS 17 (NameDrop & AirDrop updates).
4. Penjelasan Nearby Share / Quick Share (Wired).
5. Perbandingan Wi-Fi Direct vs Bluetooth (artikel teknis).