By NV | 05 Januari 2026
Perkembangan teknologi sensor menjadi salah satu pendorong utama inovasi di era digital. Salah satu teknologi yang semakin banyak digunakan adalah LiDAR (Light Detection and Ranging). LiDAR memungkinkan pengukuran jarak dan pemetaan lingkungan secara tiga dimensi dengan tingkat akurasi yang tinggi. Di Indonesia, teknologi ini telah banyak dimanfaatkan dalam bidang pemetaan geospasial, survei topografi, kehutanan, hingga mulai dilirik untuk kebutuhan kendaraan otonom dan smart city.
Pengertian LiDAR
LiDAR adalah teknologi penginderaan jarak jauh yang menggunakan sinar laser untuk mengukur jarak antara sensor dan objek di permukaan bumi atau lingkungan sekitar. Prinsip kerja LiDAR didasarkan pada pengukuran waktu tempuh pulsa laser yang dipancarkan menuju objek dan dipantulkan kembali ke sensor. Data jarak yang diperoleh kemudian diolah menjadi informasi spasial yang sangat detail.
Hasil pengukuran LiDAR umumnya disajikan dalam bentuk point cloud, yaitu kumpulan titik-titik koordinat tiga dimensi yang merepresentasikan bentuk permukaan objek secara akurat.
Cara Kerja Sensor LiDAR
Secara umum, proses kerja LiDAR meliputi beberapa tahapan utama:
Sensor memancarkan pulsa sinar laser ke arah objek.
Pulsa laser mengenai permukaan objek dan dipantulkan kembali.
Sensor menangkap pantulan cahaya tersebut.
Sistem menghitung waktu tempuh sinar laser.
Jarak objek dihitung berdasarkan kecepatan cahaya.
Data jarak dikonversi menjadi peta atau model tiga dimensi.
Proses ini berlangsung sangat cepat dan dapat menghasilkan jutaan titik data dalam waktu singkat.
Komponen Utama Sistem LiDAR
Sistem LiDAR umumnya terdiri dari beberapa komponen penting, yaitu:
Laser emitter, sebagai pemancar sinar laser
Receiver / photodetector, untuk menangkap pantulan cahaya
Scanner atau mekanisme pemindaian, untuk mengarahkan laser ke berbagai sudut
Unit pemrosesan data, untuk mengolah data jarak menjadi informasi spasial
Kombinasi komponen tersebut memungkinkan LiDAR menghasilkan data yang presisi dan konsisten.
Jenis-Jenis LiDAR
Berdasarkan metode pemasangan dan penggunaannya, LiDAR dapat dibedakan menjadi beberapa jenis:
LiDAR terestris, dipasang di darat untuk survei bangunan dan infrastruktur
LiDAR udara, dipasang pada pesawat atau drone untuk pemetaan wilayah luas
LiDAR mobile, dipasang pada kendaraan untuk pemetaan jalan dan lingkungan sekitar
Di Indonesia, LiDAR udara dan LiDAR drone cukup banyak digunakan dalam pemetaan geospasial dan kehutanan.
Penerapan LiDAR di Indonesia
Di Indonesia, teknologi LiDAR telah diterapkan di berbagai sektor, antara lain:
Pemetaan geospasial dan topografi oleh Badan Informasi Geospasial (BIG)
Kehutanan dan lingkungan untuk pemetaan tutupan lahan
Pertambangan dan energi untuk analisis wilayah kerja
Perencanaan kota dan infrastruktur
Drone mapping untuk survei wilayah terpencil
Pemanfaatan LiDAR mendukung penyediaan data spasial yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan dan pembangunan nasional.
Peran LiDAR dalam Teknologi Masa Depan
Seiring berkembangnya teknologi digital, LiDAR berpotensi memainkan peran penting dalam:
Pengembangan smart city
Sistem kendaraan otonom
Integrasi dengan kecerdasan buatan (AI)
Otomasi survei dan pemetaan berbasis drone
Dengan semakin terjangkaunya perangkat dan meningkatnya kemampuan pemrosesan data, penggunaan LiDAR diperkirakan akan semakin luas di masa depan.
Referensi
Wikipedia Bahasa Indonesia – LiDAR
https://id.wikipedia.org/wiki/Lidar
Badan Informasi Geospasial (BIG) – Pemanfaatan Teknologi LiDAR
https://www.big.go.id/content/teknologi-lidar
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) – Riset dan Pengembangan Teknologi LiDAR
https://brin.go.id (kata kunci: LiDAR)
Geospasial Indonesia – Apa Itu LiDAR dan Fungsinya
https://geospasialindonesia.com/apa-itu-lidar/
Kementerian ESDM RI – LiDAR untuk Pemetaan dan Sumber Daya Alam
https://www.esdm.go.id
Drone Emprit Indonesia – LiDAR pada Drone untuk Pemetaan
https://droneemprit.id/blog/lidar-drone